Headlines News :
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts

Pelatihan Pendamping Lokal (PL) TA 2013

Written By Unknown on Friday, October 18, 2013 | 13:26

Pamekasan - Pendamping Lokal berperan menjalankan fungsi perencanaan pelaksanaan dan pemeliharaan terhadap hasil-hasil kegiatan yang ada di Desa, keanggotaannya berasal dari anggota masyarakat yang dipilih melalui musyawarah tingkat kecamatan.
Pelatihan PL PNPM MP Ta. 2013
Pelatihan PL PNPM MP Ta. 2013

Dalam menjalankan fungsinya, Pendamping Lokal memiliki fungsi yang luar dalam melaksanakan tugas pendampingan di kecamatan sebagaimana ditulis di atas mulai dari Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelestarian.

Adapun Tujuan pelatihan Pendamping Lokal (PL) yaitu setelah dilaksanakan Pelatihan Penguatan Pendamping Lokal (PL), akan tambah terampil baik dalam penguasaan administrasi, dan pengawasan kegiatan fisik maupun non fisik, hasil yang diharapkan antara lain sebagai berikut : 
  1. PL sebagai Pendamping Lokal, mempunyai kemampuan mendampingi desa dalam pembuatan administrasi, bisa memeriksa RPD, LPD Buku Kas Umum TPK, bisa membuat Laporan Kemajuan Kegiatan, Mampu dan mau membantu menyusun Laporan Akhir Kegiatan Desa.
  2. Dengam memahami kwalitas bahan dan pekerjaan yang baik dan benar, PL bisa membantu FT dalam melakukan sertifikasi bahan dan pekerjaan, dan bisa melakukan sertifikasi mandiri setelah masa pendampingan FT berakhir.
Tempat dan Waktu Pelatihan Pendamping Lokal ( PL) 
  1. Tempat Pelatihan : Rumah Makan Joko Kendhil, Jl. Sumenep No. 25 Pamekasan
  2. Waktu Pelatihan : Tanggal 16, 17 Oktober 2013

Pelatihan UPK, POKJA, PL, BKAD PNPM Generasi Sehat dan Cerdas Kabupaten Pamekasan TA. 2012

Written By Unknown on Saturday, December 29, 2012 | 21:22

Pelatihan UPK, POKJA, PL, BKAD PNPM Generasi Sehat dan Cerdas Kabupaten Pamekasan TA. 2012

Pamekasan - PNPM Generasi Sehat dan Cerdas Kabupaten Pamekasan Menggelar Pelatihan Unit Pengelola Kegiatan (UPK), POKJA, Pendamping Lokal (PL) dan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), pada tanggal 28-29 Desember 2012  yang bertempat di Gedung SMKN 3 Pamekasan.

Pelatihan tersebut didukung dengan Dana Operasional Kegiatan (DOK) Ta. 2012, dan Peserta yang diundang adalah UPK, POKJA, PL dan BKAD bagi kecamatan yang mendapatkan program PNPM Generasi, yakni Kecamatan Tlanakan, Pademawu, Larangan, Palengaan, Kadur, Waru, Batumarmar dan Pasean. Latar belakang kegiatan pelatihan ini adalah adanya beberapa kekurangan yang diidentifikasi dan terbatasnya kemampuan dalam mengelola keuangan, pemahaman akan alur kegiatan, serta terbatasnya pengetahuan lingkungan.

Pelatihan UPK, POKJA, PL, BKAD PNPM Generasi Sehat dan Cerdas Kabupaten Pamekasan TA. 2012UPK sebagai mandataris BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa) harus bisa menjadi pelaksana opersional kegiatan baik untuk pengelolaan dana bergulir maupun untuk pengelolaan dana kegiatan fisik, sehingga kemampuan dalam hal administrasi harus betul-betul matang, walaupun pembinaan dalam bentuk lain masih bisa dilakukan seperti IST dan OJT ( In Service Training dan On The Job Training).

Kata Kunci Terkait : 
  • Pelatihan UPK
  • Pelatihan POKJA
  • Pelatihan PL
  • Pelatihan BKAD

Semiloka DPRD dan SKPD PNPM-MP Kabupaten Pamekasan Tahun 2012

Semiloka DPRD dan SKPD PNPM MP Kab. Pamekasan Ta. 2012
Pamekasan - Bapemas dan Pemdes Kab. Pamekasan Menggelar Semiloka DPRD dan SKPD PNPM-MP Kabupaten Pamekasan pada Tanggal 26-27 Desember 2012 Bertempat di Balai Redjo Pamekasan. Kegiatan Seminar tersebut di buka oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan Bpk. Herman Kusnadi dan juga dihadiri oleh DPRD, SKPD, PJOK, Pelaku PNPM dan Wakil Masyarakat.dan juga Nara sumber.

Pada Hari pertama yakni Semiloka DPRD, materi yang pertama yaitu "Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat" yang dipaparkan oleh Spesialis Training Kooprov RMC IV Propinsi Jawa Timur, Ir. Achmad Saladin. dan Materi yang kedua "Standart Audit Inspektorat Pada Kegiatan PNPM MP yang dipaparkan oleh Inspektur Kabupaten, dilanjutkan dengan materi ketiga yaitu "Perencanaan Pembangunan Daerah Secara Integrasi dengan PNPM MP" yang dipaparkan oleh Sekretaris Bappeda Kab. Pamekasan. Materi selanjutanya "Tupoksi Bapemas dan Pemdes dalam Program Penanggulangan Kemiskinan" oleh Drs. Ach. Faisol selaku Kepala Bapemas dan Pemdes Kab. Pamekasan. dan materi selanjutnya "Hasil-hasil Kegiatan PNPM dan Permasalahan di Kabupaten Pamekasan" Oleh TIM Faskab. Pamekasan.
Semiloka DPRD dan SKPD PNPM MP Kab. Pamekasan Ta. 2012
Adapun pada hari kedua yaitu Semiloka SKPD dengan materi pertama Kebijakan Pemerintah Kabupaten dalam Penanggulangan Kemiskinan yang dipaparkan oleh Sekretaris Bappeda Kab. Pamekasan dilanjutkan materi kedua "Standart Audit Inspektorat Pada Kegiatan PNPM MP yang dipaparkan oleh Inspektur Kabupaten, dilanjutkan dengan materi ketiga yaitu "Harmunisasi, Sinkronisasi dan Integrasi Program PNPM yang dipaparkan oleh Spesialis Training Kooprov RMC IV Propinsi Jawa Timur, Achmad Saladin. dan materi selanjutnya "Hasil-hasil Kegiatan PNPM dan Permasalahan di Kabupaten Pamekasan" oleh Faskab PNPM MP Kab. Pamekasan, Moch. Anwar Haryono, dan materi yang terakhir "Sosialisasi PNPM GSC" oleh. Faskab PNPM GSC Kab. Pamekasan.

Semiloka DPRD dan SKPD PNPM MP Kab. Pamekasan Ta. 2012
Mengakhiri Acara tersebut yaitu penutupan yang ditutup oleh PJOKAB Pamekasan, Drs Eka Judya Setiawan, Kegiatan Semiloka tersebut sesuai rencana dan berjalan dengan lancar mulai dari pembukaan sampai penutupa.

Kilas PNPM, Studi Banding Kelembagaan ke Magetan

Written By Unknown on Tuesday, October 30, 2012 | 10:18

Kilas PNPM, Studi Banding Kelembagaan ke Magetan
Kilas PNPM, Studi Banding Kelembagaan ke Magetan, Sebanyak 25 orang pelaku PNPM di Kecamatan Larangan, akhir September lalu melakukan studi banding ke Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Studi banding yang melibatkan pengurus Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD), Pengurus UPK, Pengurus Badan Pengawas UPK, Tim Verifikasi SPP Perguliran serta perwakilan kelompok SPP di Kecamatan Larangan itu dimaksudkan untuk melihat dan berbagi pengalaman pelaksanaan kegiatan PNPM serta pengembangan kelembagaan dan penanganan masalah. 

Dalam kegiatan itu juga ikut Camat Larangan, Syaiful Haq Ramli, PJOK Larangan Achmad Bakhtiar dan perwakilan Fasilitator Kabupaten Dedit Hendropriyono. “Banyak hal positif yang bisa kami pelajari dari studi banding ini dan bisa dilaksanakan di Larangan,” kata Ketua BKAD Larangan, Wahid Hasyim.

PNPM Tekankan Pemberdayaan Mental dan Moral

PNPM Tekankan Pemberdayaan Mental dan Moral
Musyawarah Antar Desa (MAD) Sosialisasi PNPM Mandiri Perdesaan TA. 2013 Kec. Larangan Kab. Pamekasan.

PROGRAM Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) merupakan program yang menekankan pada pemberdayaan mental dan moral. Meskipun kegiatan-kegiatan yang difasilitasi untuk dilaksanakan, lebih pada pembangunan prasarana dasar lingkungan, sosial dan ekonomi masyrakat. 

Camat Larangan, Saiful Haq Ramli mengatakan hal itu saat memberi sambutan dalam acara Musyawarah Antar Desa (MAD) Sosialisasi PNPM Mandiri Perdesaan 2013 di Larangan, awal Oktober. Menurut Ivan, panggilan akrab Saiful Haq Ramli, sebagai program pembangunan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat, PNPM menekankan pada penyadaran masyarakat. Penyadaran itu diantaranya adalah penyadaran akan hak warga untuk terlibat secara aktif dalam setiap proses perencanaan. 

“Program ini ingin mengajak masyarakat untuk memiliki mental mandiri yang tidak tergantung pada siapapun selain dirinya,” kata Ivan. Karenanya, dalam program ini, sangat diharapkan adanya keswadayaan masyarakat dan keterlibatan aktifnya dalam setiap  tahapan kegiatan. Masyarakat diajak untuk berpartisipasi sejak dalam proses identifikasi masalah dan penyebabnya, penyusunan rencana kegiatan, pelaksanaan kegiatan hingga pada tahapan evaluasi dan pemeliharaan. 

Selain itu, bila dilihat dari prinsip dalam program ini, kata dia, sangat bisa dipahami jika PNPM juga mengedepankan pemberdayaan moral. Sebab, prinsip transparansi atau keterbukaan dan akuntabilitas atau segi pertanggung jawabannya sangat diutamakan.

“Setiap kegiatan yang dilaksanakan harus dilakukan secara terbuka baik pelaksanaan kegiatan maupun pengelolaan keuangannya harus dilaksanakan secara terbuka dan dapat dipertanggung jawabkan,” katanya.

Ini dikarenakan, salah satu tujuan program ini adalah mendorong masayrakat untuk bisa menjadi satu unsur penting dalam pembangunan yang dapat melakukan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan secara mandiri dengan mengedepankan kejujuran dan keterbukaan.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat baik Generasi Sehat dan Cerdas maupun Mandiri Perdesaan, bukan hanya menargetkan terlaksananya kegiatan yang direncanakan, namun juga menargetkan tercapainya tujuan utama untuk membangun masayrakat yang mandiri, yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang luhur.

Salah satu konsekwensi dari pelaksanaan prinsip yang memiliki tujuan luhur ini, jelas Ivan, adalah adanya proses yang sekilas nampak berbelit-belit. Dalam program ini terkesan terlalu banyak tahapan dan pertemuan. 

Adanya proses yang “sulit” ini, kata dia, seringkali dipahami sebagai upaya mempersulit dan mengada-ada. Padahal ini adalah bagian dari upaya untuk membangun kedewasaan dan kemandirian masayarakat. 

Kondisi tersebut harus disadari, karena sebelumnya masyarakat belum memposisikan dirinya sebagai pelaku pembangunan.  Mereka masih diposisikan sebagai sasaran pembangunan dan tidak pernah terlibat dalam prosesnya.

Saat ini melalui program PNPM, posisinya terbalik, masyarakat menjadi pelaku utama yang merencanakan dan melaksanakan sementara pemerintah hanya sebagai fasilitator.

“Sebagai pola baru, tentu tidak langsung diterima. Namun harus terus dicoba agar menjadi satu hal yang biasa,” kata Syaiful Haq Ramli.

Dirinya yakin, pada akhirnya masyarakat akan terbiasa dengan pola  baru tersebut. Dan akhirnya pola tersebut akan menjadi kebiasaan baru di masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan.

Karenanya, ia meminta agar para pelaku PNPM dan pihak peduli untuk terus melakukan sosialisasi yang utuh terhadap masyarakat tentang tujuan dari PNPM dan inti dari tahapannya.

 “Sebab melalui sosialisasi itu, akan terbangun pemahaman yang utuh sehingga masyarakat akan mudah untuk menerimanya. Bila semua proses pembangunan dilakukan sendiri oleh masyarakat, maka akan tumbuh rasa memiliki terhadap hasil-hasilnya sehingga bisa dijamin pemeliharaannya akan maksimal,” kata Ivan mengakhiri sambutannya.

Sumber : Jelajah Desa, Media Informasi PNPM Kec. Larangan

Pelatihan Penyegaran Fasilitator PNPM GSC Jatim TA 2012

Written By Unknown on Thursday, October 25, 2012 | 08:29

Pelatihan Penyegaran Fasilitator PNPM GSC Jatim TA 2012, Untuk menyegarkan kembali energi dan phkiran bagi para Fasilitator Kecamatan PNPM MPd GSC dilakukan Pelatihan  Penyegaran. Pelatihan dilakukan  secara serantak di seluruh Indonesia dimana program GSC diimplementasikan di 8 provinsi  – meliputi provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Makasar, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (2007), kemudian Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat (2011) dan Maluku (2012). Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 17 – 25 Oktober 2012, khusus Jawa Timur dilaksanakan di Hotel Istana Permata Ngagel Surabaya dengan diikuti oleh 44 peserta yang terdiri dari 9 FK Perempuan dan 35 FK Laki-laki dengan di fasilitasi oleh 3 FasKab dan di observasi dan mentoring oleh Bapak Yonef Rizal, S.Sos (Specialist GSC) dan Bapak Syamsi (Master Trainer dari PSF World Bank). Acara pembukaan dihadiri oleh Bapak Gunung M Siagian, Bapak Ir. Joko Soetiono (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan PNPM MPd GSC Provinsi Jawa Timur) serta Bapak Nurahman Joko Wiryanu, SH (Korprov).

Pelatihan Penyegaran Fasilitator Kecamatan PNPM MPd Generasi Sehat Cerdas ( GSC ) dilaksanakan di Hotel Istana Permata Ngagel Surabaya , 17 – 25 Oktober 2012. Acara dibuka oleh Bapak Gunung M Siagian – mewakili Satker PNPM MPd GSC Dirjen PMD – Direktorat Pemberdayaan Adat & Sosial Budaya.

PNPM MPd GSC di Jawa Timur mulai tahun 2007 di 5 Kabupaten yaitu Nganjuk, Magetan, Trenggalek, Malang dan Pamekasan yang tersebar di 44 Kecamatan, program ini lebih menitikberatkan pada bidang Pendidikan serta Kesehatan Ibu dan Anak. Harapan dilakukan pelatihan penyegaran  ini adalah agar peserta pelatihan yang terdiri dari para Fasilitator Kecamatan terpilih dan sangat peduli dengan keluarga miskin menjadi lebih fresh atau segar kembali untuk melaksanakan program di wilayahnya sesuai dengan Rencana Kegiatan Tindak Lanjut (RKTL) tetapi tetap menjaga kualitas pelaksanaan kegiatan, diharapkan semua kegiatan sudah harus selesai pada akhir Desember 2012 nanti.  Semakin banyak kegiatan yang dilaksanakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat serta keluarga miskin adalah harapan dan tujuan program PNPM MPd GSC ini.

HARAPAN & SUARA DARI PESERTA

Harapan saya sebagai FK setelah pelatihan penyegaran ini adalah ada kesamaan pandang dalam hal tahapan kegiatan dan proses dalam pelaksanaan GSC  sehingga jika terjadi mobilisasi FK dimanapun mempunyai kesamaan paham, seperti disampaian oleh Debby Suryana, S.S  FK Kec. Tajinan – Malang.

Ketika ada persamaan persepsi antar FK akan menjadi mudah dalam melaksanakan program GSC di wilayah masing – masing, saya berharap materi pelatihan penyegaran membahas tuntas tentang proses dan tahapan kegiatan – seperti disampaikan oleh Sanuri Jamal, S.Ag – FK  Kec. Tlanakan – Pamekasan.

Tyas Himawan, ST  sebagai salah satu Faskab (Trenggalek) yang memfasilitasi pelatihan penyegaran ini berharap para peserta selalu mengacu kepada PTO dalam pelaksanaan kegiatan  dan pihak pemerintah lebih mengedepankan pada proses perencanaan yang bottom up planning (yang selama ini diperjuangkan oleh teman – teman Faskab dan FK) dari pada top down planning. Selama proses pelatihan saya akan bersama Pak Ir. Iskandar Munir (Faskab Pamekasan) dan Pak M. Aris Munandar (Faskab Magetan). [hry]


Sumber : pnpm-jatim.blogspot.com

Kabar PNPM

 
Support : Download Makalah | Blog Falophi | Ikut Belajar Blog | Falophi.com | Wong Pakong Blog
Copyright © 2012. PNPM Kabupaten Pamekasan - All Rights Reserved
Template Modify by Wong Pademawu Blogs
Proudly powered by Blogger